No. 03
Chunking dan Teknik Mengingat — Cara Mengelompokkan Angka
Apa bedanya orang yang bisa mengingat lebih dari 7 digit? Prinsip chunking, eksperimen yang memperpanjang rentang angka hingga 79 digit, dan teknik mengingat yang benar-benar berguna.
Chunking adalah mengelompokkan ulang item-item tunggal menjadi bongkahan yang bermakna agar satuan yang perlu diingat berkurang. Menghafal 1 7 0 8 1 9 4 5 sebagai delapan angka terpisah itu sulit, tetapi jika dibaca sebagai "17 Agustus 1945" semuanya menjadi satu bongkahan. Inilah yang dimaksud Miller (1956) ketika menyatakan bahwa rentang ingatan dibatasi oleh jumlah chunk, bukan banyaknya informasi.
Mahasiswa yang mengingat 79 digit
Ericsson, Chase, dan Faloon (1980) melatih seorang mahasiswa biasa (disebut SF dalam makalahnya) mengerjakan tugas rentang angka yang dibacakan satu digit per detik selama sekitar 20 bulan, lebih dari 230 jam. Rentang angkanya yang semula sekitar 7 digit bertambah hingga 79 digit.
Rahasianya bukan kapasitas ingatan yang membesar, melainkan strategi. SF, seorang pelari jarak jauh, mengubah kelompok 3–4 digit menjadi catatan waktu lari (misalnya 3492 → "3 menit 49,2 detik, mendekati rekor dunia lari satu mil") lalu menyusun kelompok-kelompok itu ke dalam struktur yang lebih tinggi. Para peneliti tidak menemukan bukti bahwa kapasitas memori jangka pendeknya sendiri membesar; kuncinya adalah mengaitkan angka dengan pengetahuan yang sudah ia miliki (memori jangka panjang).
Dan kemampuan itu tidak menular. Rentang ingatannya untuk huruf konsonan, yang diukur pada periode yang sama, tetap sekitar 6. Yang bertambah lewat latihan adalah "keterampilan mengubah angka menjadi catatan waktu lari", bukan daya ingat secara keseluruhan.
Cara mengelompokkan dalam keseharian
- Beri makna: ubah menjadi angka yang sudah Anda kenal, seperti tahun, tanggal lahir, nomor rute bus, atau skor pertandingan. Jika muncul sesuatu seperti 1945, 1928, atau 1708, itu menjadi satu bongkahan.
- Kelompokkan dengan irama: mengulang dengan ketukan tetap, misalnya 3-3-4 atau 3-4-4, membuat urutan digit tengah tidak mudah tertukar. Inilah juga alasan nomor telepon ditulis seperti itu.
- Cari pola: jika Anda menangkap pola naik-turun (2-5-8), genap-ganjil, atau simetri (3-7-3), beberapa digit bisa diingat dengan satu aturan. Deret angka di situs ini sengaja menghindari tiga angka berturut-turut yang naik atau turun satu-satu (1-2-3), jadi pola yang terlalu mudah tidak akan muncul.
- Ubah angka menjadi bunyi: menetapkan konsonan untuk tiap angka lalu merangkainya menjadi kata (major system) atau menaruh item di sepanjang rute yang dikenal (metode loci) adalah teknik tingkat lanjut yang dipakai dalam kompetisi memori. Butuh waktu lama untuk menguasainya.
Bolehkah memakai chunking dalam tes ini?
Boleh. Kebanyakan orang mengelompokkan dua atau tiga digit tanpa sadar. Hanya ingat bahwa makna skornya jadi berbeda. Skor yang diraih dengan strategi pengelompokan secara aktif mencerminkan "kapasitas simpan + strategi", dan agar perbandingan catatan Anda bermakna, kerjakan dengan cara yang mirip setiap kali.
Usulan urutan latihan
- Kerjakan beberapa tes maju dengan satu per satu, 1 detik untuk mengetahui rentang Anda biasanya.
- Setelah itu, coba ulangi dalam hati per 3 digit dengan irama. Pada penyajian sekaligus, kelompok lebih mudah dibagi dengan mata.
- Jika rentang bertambah satu atau dua digit, terapkan strategi yang sama pada rentang mundur. Ini menjadi latihan membalik per kelompok.
- Ingat bahwa yang bertambah adalah "keterampilan tugas angka". Apakah hal itu menular ke tugas memori lain, lihat panduan latihan memori.
Sumber: Miller (1956) Psychological Review 63(2):81–97 · Ericsson, Chase & Faloon (1980) Science 208(4448):1181–1182 · Chase & Ericsson (1982) Psychology of Learning and Motivation 16:1–58